Rose lovers: Pesona dibalik Keindahan Bunga Mawar -- Part 2



 The perfect  rose has told us some stories, by it’s purely beauty and softness.

Assalamu’alaikum..
Good morning Rose lovers J Akhirnya sampai juga kita di hari senin! .. Siap beraktvitas kembali? Yup, seperti bunga mawar yang selalu menyegarkan setiap saat mata memandangnya, seperti itu pula kita harus selalu berusaha bersemangat dalam menebar energi positif ya! *walaupun weekend lagi masih lama hehe^^v. Nah untuk menemanimu kembali beraktifitas, finally our part II article “Rose lovers: Pesona dibalik Keindahan Bunga Mawar” already published ni.  Please read and enjoy :D

A little back to the first track.  Mawar adalah bunga yang paling banyak menjadi favorit umat manusia sepanjang masa. Keindaham bunga mawar ini tampaknya memang tak dapat dipisahkan dari kehidupan. Di taman-taman kota, perkebunan, sebagai pilihan  dihalaman depan rumah,  bunga mawar adalah tanaman hias ber-estetika tinggi yang menawarkan pesona tak terganti. Bunga mawar juga senantiasa dipercaya untuk menemani moment berharga dalam berbagai tradisi masyarakat terutama pernikahan. Kita dapat menemukan bunga mawar sebagai bouqet pengantin perempuan, penghias saku jas pengantin laki-laki, atau pada dekorasi panggung pelaminan. Sebagai seni grafis, mawar seringkali menjadi pilihan dalam corak baju serta desain-desain produk bertemakan floral atau vintage.

Gambar bunga mawar ada dimana-mana

Gambar Rosa Gallica Granatus, from Les Roses, vol II, 1821
Keindahan bunga mawar juga telah menarik minat sejumlah pelukis legendaris dunia yang menjadikan mawar sebagai sumber inspirasi dalam karya-karya besar mereka. Salah satu diantaranya adalah Pierre Joseph Redouté, seorang petani sekaligus pelukis berkebangsaan belanda yang mengabadikan sekitar 169 lukisan bunga mawar dalam sebuah buku fenomenalnya yang berjudul “Les Roses” (1817–1824). Kecintaan Redoute terhadap bunga mawar nampak pada bagaimana ia melukiskan keindahan mawar dalam gabungan tekstur dan detail yang sempurna.



Gambar Rosa Sulfurea (Yellow Rose) from Les Roses

Tidak ada ciptaan Sang Khaliq yang sia-sia, demikian pula bunga mawar. Percayakah kalian? Dibalik keindahannya yang melegenda, mawar sesungguhnya berusaha menceritakan kepada kita, para manusia, beberapa pelajaran berharga sebagai bekal kehidupan di dunia. Apa sajakah itu? Berikut diantaranya versi griyatani.com :D

1.        Melalui proses adalah keniscayaan
Seorang bayi yang baru lahir, tidak mungkin dapat langsung belajar berjalan atau sekedar berbicara memanggil orang tuanya. Sebagaimana ulat yang bermetamorfosis dalam bentuk kepompong selama kurang lebih 21 hari sebelum berubah menjadi kupu-kupu beraneka warna, kuncup bunga mawar pun memerlukan waktu sekitar 1-2 minggu sebelum mulai merekah dan menghasilkan bunga-bunga indah. Demikianlah proses adalah sebuah keniscayaan yang didalamnya terdapat banyak hikmah.

Terdapat sebuah cerita masyhur tentang hal ini. Alkisah, terdapat seorang ustadz yang pada suatu hari sedang berjalan beriringan dengan muridnya disebuah taman. Si murid mengeluh kepada Sang Ustadz tentang musibah yang menimpanya dan merasa tidak adil tentang apa yang telah Allah lakukan padanya. Sang ustadz berjalan menuju kuncup bunga mawar disudut taman kemudian menyerahkannya  kepada si murid, Ia meminta si murid untuk membuka kuncup bunga mawar itu perlahan tanpa mematahkan satu saja kelopaknya. Sang murid terlihat ragu terhadap perintah ustadnya, apakah hubungan pertanyaannya dengan kuncup bunga mawar?. Namun karena rasa hormat si murid pun menuruti perintah ustadnya, hingga tidak lama kemudian ia menyadari betapa mustahilnya hal itu untuk dilakukan.
Melihat muridnya yang mulai berputus asa, sang ustadz pun kemudian mengajarkan sebuah hikmah kepadanya;
Ini hanyalah sebuah kuncup mawar kecil wahai muridku, dari sebuah bunga yang Allah desain, namun kita tidak bisa membuka kelopak lembutnya, dengan segala keterbataasan dan kekakuan yang kita miliki.”
“Maha suci Allah yang membuka setiap kelopak bunga mawar ini dengan manis hingga ia mekar secara sempurna, sedang dengan paksaan tangan kita mereka mati sia-sia. Maka percayakan pada Allah, akan ada hkmah dalam setiap proses kehidupan kita. Mohonlah petunjuk-Nya dalam setiap langkah yang kita lalui.” 

2.       Duri pelindung
Every rose has its own thorns”.
Bunga mawar memiliki keunikan yang tidak dimiliki oleh bunga lainnya, yakni bahwa tangkai bunga ini penuh oleh duri-duri tajam yang siap melukai apabila kita tidak berhati-hati dalam menyentuhnya. Keberadaan duri-duri tersebut melindungi bunga mawar yang lemah dan mudah rontok dari para predator dan kumbang pengganggu.

Ibarat bunga mawar, manusia pun memiliki banyak kelemahan. Semua yang ada pada diri manusia memiliki keterbatasan, pendengaran, pengelihatan, kapasitas fisik kita pun terbatas, ada rasa lelah dan risiko terjadinya sakit dapat terjadi dapat diduga. Dari sisi psikologi, hati manusia juga sangat lemah, mudah berubah, rentan mendapat pengaruh-pengaruh dari luar.  Allah Azza wa jalla telah mengemukakan kelemahan sifat manusia tersebut dalam sebuah ayat Al-qur’an:
Allah hendak memberikan keringanan kepadamu (wahai manusia), dan sesungguh-Nya manusia dijadikan bersifat lemah”. (Q.s. An- Nisaa: 28)

Walaupun diciptakan sebagai mahluk yang lemah, manusia sebenarnya dianugerahi kelebihan yang tidak dimiliki oleh mahluk lain, yakni akal. Dengan menggunakan akal manusia dapat menutupi kelemahannya. Namun sayangnya keberadaan akal terkadang membuat  manusia lalai akan kenyataan dirinya, sehingga dia mulai menjadi angkuh, berpaling dan melupakan Tuhannya.

“Dan jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwasanya Allah Pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong”. (QS. 8:40).

Apabila manusia telah jauh dari Allah, maka siapa lagi yang dapat menolongnya?
Maka janganlah kita berjalan sendirian di dunia ini. Mari memohon perlindungan Dzat Maha Kuasa dengan menjalankan perintah-Nya dan menjadikan berdzikir mengingat Allah sebagai teman keseharian.
Mari menjadi bunga mawar cerdas yang memagari dirinya dengan pelindung. Terlebih bagi kaum wanita, ketahuilah bahwa dirimu begitu berharga.

3.       Tidak ada yang abadi di dunia
Apakah yang terjadi pada bunga mawar setelah kelopaknya mekar dan menampilkan keindahan bunga yang sempurna?. Seiring waktu, dalam hitungan hari hingga minggu, kelopak-kelopak segar itu akan mulai menjadi layu, warna merah brilliant berubah menjadi kering kecoklatan. Tidak peduli berapa kali kita memberikannya air atau pupuk, kita tidak bisa menjaga keindahan mawar dari kelayuan dan kematian ketika saatnya tiba.

Proses ini apabila kita merenungkannya secara mendalam tentunya tidak terjadi tanpa tujuan. Allah berkehendak mengajarkan pelajaran kehidupan dalam Al-qur’an yang tercermin melalui bunga mawar. Dalam ayat-Nya, Allah SWT. Menerangkan:

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megahan diantara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur.  Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu” (Q.S. Al-Hadid : 20)

Layunya bunga mawar merupakan salah satu pertanda dari Allah yang tanpa kita sadari telah mengajarkan kita realitas paling penting dalam kehidupan namun terkadang paling sulit untuk diterima, yakni bahwa tidak ada yang abadi di dunia ini. Pada saatnya nanti semua akan binasa. Hanya Dia-lah, Allah, Tuhan yang kekal abadi.

Demikian beberapa hikmah yang dapat kita peroleh dari bunga mawar. Apabila kita telah memahami bahwa keindahan mawar adalah hasil kreasi dari Dzat yang Maha Indah,  sedangkan goresan tinta ilahi adalah tak terhingga, maka apakah yang menghalangi kita untuk terus belajar mengkaji ayat-ayat-Nya?. (Wallahu’alam).

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Rose lovers: Pesona dibalik Keindahan Bunga Mawar -- Part 2"

Posting Komentar